menjadi kasih itu sendiri

Posted on Mei 18, 2009. Filed under: islam indie |

daun cinta
(akhirnyaa…)

.
.
.
.
.

ketika semua kata telah hilang ditelan gemuruh
semua berlomba berbicara dan berseru
dengan kecepatan dan data yang menderu-deru
seolah Tuhan yang suruh

bahkan membungkam
menyuruh diam
teorimu mengalir bagai godam
datang menghujam

tak memberi ruang

.

yang lain melemah di udara
tak memiliki kesempatan bersuara
walau mengimbangi suasana
semua seolah harus satu kata

walau katamu tak memaksa

.

aku di sini ingin sendiri
menikmati pagi di hati
memaafkan diriku sendiri
dari ingin menyampaikan isi hati

semuaku seolah kalah darimu
semuaku seolah salah dibandingmu
semuaku tak lagi ada arti
hilang tertelan banyak teori

maka rasul itu dibilang ummi?
karena tak banyak teori?
atau hanya dengan isi hati?

.

aku dan hatiku tak lagi mampu
selain melihat semua berjaya seperti mimpimu
kejujuranku hanya sebatas telingaku sendiri
yang bahkan tak mampu kupahami

selain atas izin Tuhanku

maka Dia mengajariku kasih
dari melulu memaksakan diri
mengetuk perlahan di pintu hati
menyapa setiap pagi

lalu melambai pergi
sebelum pintu tertutup lagi
karena kasih tak ingin melukai
selain cukup menjadi kasih itu sendiri

.

hingga tiba masa pergantian hari
setelah semua kata hilang ditelan bumi
hanya tersisa desirnya
hanya tersisa semilirnya

seperti yang sudah-sudah
seperti yang lalu-lalu

.

aku tak ingin membuktikan apa-apa
selain menjadi kasih itu sendiri
karena itulah pesan Tuhanku
yang diinginiNya dariku

yang selalu berbisik dalam hatiku
menemaniku melihat dan mendengar
tak untukku paksakan
selain untuk aku tahu

maka Tuhan maha pengasih
dan Dia maha tahu

.

lalu akupun kembali berjalan di pinggir-pinggir
mengamati semua yang tersingkir
sebagaimana tak banyak pikir
sebagaimana tak ingin mungkir

hanya tersenyum
melepas semua kagum
hanya mampu menghibur
sebelum terkubur

tak ada yang berkurang
tak ada yang hilang

.

ketika semua kata di telan gemuruh
semua berseru semua beradu
sejuta teori menderu-deru
seolah Tuhan yang suruh

dan Tuhan tak menyuruhku ini itu
selain menjadi kasih itu sendiri
meyakinkanku, untuk mampu
semoga terkabul semua mimpimu

maka katanya tak jatuh sehelai daunpun
jika tidak atas izinNya

.

tak semua dicipta untuk menjadi yang besar
bahkan besar itu ada karena dia yang disebut kecil..
tak semua dicipta untuk menjadi menang
bahkan menang itu ada karena dia yang disebut kalah..

hanya kasih yang bisa berdiri di mana saja..

.

dan jika untukmu menang aku disebut kalah, mengapa tidak?
selama aku tak berbohong pada diriku sendiri…

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

9 Tanggapan to “menjadi kasih itu sendiri”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Senang membaca ini sembari ngupi. Benar mbak Anis, lebih enak menjadi kasih itu sendiri, setidaknya untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

@mbak elly
@baburinix
makasih…

sajak yang indah

Ass. mbak Anis, salam kasih neh. Numpang tanya saja, di bawah ada blogroll, kok daftar blog tmn2 mbak Anis jadi ilang, gak ada…?

@newsoul
mbak elly, saya kurang tau kenapa tuh mbak. saya cuma taunya nulis aja nih. setting blog ini dulu dibuatkan oleh kak Iwal, teman saya. sesungguhnya blog ini “hadiah” dari k’Iwal itu. bahkan passwordnya saja masih pake nama istri beliau. tapi dah sepenuhnya saya yang isi. diawal-awal cuma kutipan k’Iwal dari tulisan2 saya dimilis kita bersama. sekarang saya dah sepenuhnya nulis di blog ini, ga lagi nulis di milis. nanti deh saya tanyakan kepadanya beliau. makasih yaa..

maaf belum sempat up date blog lagi ni. soon..
salam sehat mbak elly dkk semua di sini..😀

mencium aroma tasauf di sini…

he.. he..

@bodrux
salam kenal..
tasawuf? masa sih? saya hanya seadanya aja tuh. melepas yang saya rasakan. ga mikirin teori ini itu.
apakah tasawuf seperti ini?

@lumiere
sip… mbak lumiere tau pasti jawabnya..🙂

@Mi Hacienda
makasih… indah banget komennya.
salam kenal..🙂

karena Kasih adalah bahasa yang paling universal,
yang dapat dipahami siapapun,
dan untuk itu kita hadir,
sebagai rahmatan lil ‘alamin,
karna Tuhan itu Maha Kasih😉 iya kan mbak?

kasih serupa bunga2 di taman yang memberikan warna-warni dalam hitam putih hidup. kasih adalah sebuah kata aktif yang tak mengenal diskriminasi. kasih adalah sebuah perwujudan semesta. kasih merupakan hadiah terbaik dari Sang Pencipta sebab Dia adalah kasih itu sendiri


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: