hilang kata…

Posted on Juni 6, 2009. Filed under: islam indie |

-texture-broken-glass(hai… tuk hal-hal eksternal..)

.

sudah lama ga nulis nih. dicoba lagi yaa..🙂

sungguh, saya seperti terpana dan nyaris tak bisa bicara, melihat perkembangan yang ada di sekitar kita. dari ibu Presiden yang kudu pake jilbab sampai beberapa produk teknologi yang diharamkan. dari Manohara, Ambalat, Neo-Lib, Neo-Orba, dsbnya sampai kasus bu Prita. juga dari tawuran antar mahasiswa yang ga selesai-selesainya di Jakarta, sampai diulangnya seluruh Ujian Nasional di beberapa sekolah di Ngawi – Jatim…

huuufff… Gusti…

jangan ditanya gimana ngomentarinnya, saya seperti kehilangan kata..

.

jadi teringat pesan ibu saya dulu. yang bila hari tengah memasuki senja sebaiknya kita ada di dalam rumah. karena di setiap masa pergantian waktu, udara terasa lebih terasa tak nyaman. kalau bahasa ibu saya dulu, senja itu hawanya seram (hawa disini, bukan hawa : wanita yaa.. tapi hawa : aura -red) .. konon, segala yang “ga bener” bermunculan.

ya gitu deh.. semoga tahu yang dimaksud yaa.
saya enggan membahasakannya lagi dan saya memang jadi terbiasa senja hari sebaiknya sudah ada di rumah. diusahakan selalu demikian.. dan mudah, karena saya hanya ibu rumah tangga biasa yang relatif memang di rumah saja…
ga terlalu penting sih…🙂

tapi ini loh… entah kenapa kali ini, di masa pergantian kepemimpinan kali ini, saya juga merasakan demikian. rasa dari hawa yang ga nyaman.. dan ada aja yang ga enaknya..

sebetulnya kalau bicara ga enak di negeri ini sih sudah dari dulu dan banyak banget yaa? tapi mungkin kini sudah semakin terasa menjenuhkan. sudah semakin penat dan sudah semakin menghebat.

.

sederhananya saya ingin bilang,
dalam diam mari melihat lebih jernih..

jika tak ingin terlalu mengedepankan citra dan simbol, maka cobalah mencari maknanya di kedalaman. jika tak ingin teknologi menjadi produk yang disesatkan, maka manfaatkanlah teknologi demi kebaikan. kalau ingin pendidikan maju, cobalah tuk tidak melulu berpikir materialis. mo gratis atau mahal, bukan itu masalahnya, tapi keinginan tuk bener-bener memajukan dan memberikan pendidikan yang terbaik, itulah yang utama. sehingga segala sesuatunya bisa ditata dengen lebih baik, dari sekedar kebijakan2 populis saja. termasuk tuk pelayanan kesehatan..

dan tentu, jika tak ingin dihina dan diintervensi oleh bangsa lain, maka bersatulah. jika tidak ingin dituduh neo lib, neo orba, ya sudah… bersatulah. menjadi neo Indonesia. dengan semangat dan komitmen ideologi yang juga terperbaharui, neo Pancasila.

mari menjadi Indonesia Baru yang bersatu..

gitu aja deh…
semua kejadian atau musibah yang melingkupi hampir seluruh lini kehidupan kita, atau krisis multi dimensional ini, semoga bisa membangkitkan kesadaran juga secara multi dimensi.
mencakup seluruh hal..

semoga kebangkitan kita semua di negeri ini, kelak ga setengah-setengah…

.

saya pribadi hanya ingin Indonesia bersatu, menjawab tantangan ini secara bersama. bukan lagi melulu saling menjatuhkan deh. sudahilah yang kek gitu…

cape deh lihatnya..
gitu ga sih?

.

jujur, saya semakin rindu akan sosok yang bisa menyatukan Indonesia..
akankah dia ada?
atau hanya angan seperti ramalan-ramalan?

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “hilang kata…”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

in english please


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: