tentang mengerti

Posted on Juni 6, 2009. Filed under: islam indie |

angel_baby(refleksi.. refleksi… daripada masuk penjara karena curahan hati..🙂 becandaa… tetaplah bicara dalam cara yang berbeda.. )

.

pernah suatu ketika, hanya berdua dengan suami di mobil, saya bertanya kepadanya. kenapa ya, dulu ketika saya merasa paham agama, saya inginnya ini itu. ingin begini dan begitu. lah, sekarang setelah semakin mengerti, saya kok malah tak bisa ingin ini itu yaa? aduh, mengambil sedikitpun dari hidup ini aja, saya ga berani..
suami ya ketawa aja denger saya…

.

Tuhan..
kenapa ya?

semakin mengerti, aku semakin merasa tak berdaya
merasa tak memiliki apa-apa dan bukan apa-apa..
padahal dulu, aku merasa hebat, kuat, mantap..
ah, kemana semua daya?
kemana semua kuasa?
aku hanya tahu Engkaulah yang punya..

Tuhan..
seandainya Kau ada di sini
menatapMu pun aku tak berani
menyentuhMu pun aku tak suci
apalagi tuk memilikiMu?
aku merasa tak pantas diri

padahal kutahu Kau selalu hadir
menghangatkan rasaku
menjaga tidurku
menemani hari-hariku

.

semakin mengerti
aku semakin merasa tak bisa memiliki apa-apa
tak juga bisa memilikMu
yang ada hanya rela-rela dan rela
sebagaimana mengalah dan melulu mengalah?
walau entah untuk siapa?
selain untuk rasa rela itu sendiri..?

maka dimana agama?
seperti itukah dunia?
melulu minta rela dan direlakan?

simbol-simbol itu terasa meletihkanku..

.

Tuhan..
semakin mengerti, aku merasa semakin tak mampu
kakiku bahkan tak lagi mampu menahan tubuhku
tak mampu menyanggah egoku
maka ego itu jatuh
dan aku memandangnya dalam pilu

aku malu..

maka peluklah aku, Tuhan
dalam kerapuhanku

.

Tuhan.. o.. Tuhan..

ketika aku terengah-engah berjalan menujuMu
akankah Kau segera menyambutku?
atau ketika aku tersoek-soek meniti ke arahMu
akankah Kau segera meraih tubuhku?
dan ketika aku berdarah tuk menggapaiMu
akankah Kau segera berlari memelukku?

ah..
aku tak lagi membaca tentang janji-janjiMu
aku hanya tahu, Kau telah menjemputku
mengetuk pintu hatiku
menungguku membukakan pintu itu

diliputi rasa malu bak seorang dara dihampiri sang kekasih

.

semakin mengerti,
aku semakin tak bisa memiliki
tak berharap ini itu
selain diriku dan Tuhanku
cukuplah Tuhanku untukku

agar kelak aku belajar menyentuhNya
menjagaNya, merawatNya, meyayangiNya
dan menyiapkan diriku untukNya

dan agama?
dia tak menyoal simbol-simbol
dia tak menyoal tutup botol
dia bukan penyumbat
dia sangat bersahabat

.

maka aku gemetar
ketika Tuhan meraih tanganku
mengajakku berjalan-jalan
melihat banyak hal di sekitar
dan menceritakan padaku
tentang hidup yang tak akan pernah habis diceritakan

menjadi bak dongeng yang tak pernah didongengkan..

.

hingga tiba saatnya,
aku tertidur di pelukanNya
abadi?

maka kata orang tua itu, dihadapan Tuhan, kita emang kecil..
keciiiiiilllll… keciiiiiilllll….😉

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

11 Tanggapan to “tentang mengerti”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

nice posting…

@buwel
makasih🙂

@advintro
sederhananya, dengan merasa kecil dihadapanNya, maka kita bisa melayani semua kepentingan di luar diri kita, atau kepentinganNya. tanpa rasa itu, kita akan melulu merasa diri kitalah yg besar.. sehingga arti melayani juga lebih untuk diri sendiri…

teorinya atau langkah2 refleksinya seperti itu..
maka kalau sudah terbiasa merasa kecil dihadapan Tuhan, semoga akan terbiasa menyiapkan diri untuk Tuhan. dalam arti melayani kepentingan2Nya. semoga…

@Frida🙂

Ah…Masa sih ?
Gak yakin gw…sandiwara dan topeng doang😦

terus, kalau sudah ngerasa kecil kudunya gimana? hehe

Download Software AL-QUR’AN Pro Ver. 3.0
Al-Qur’an lengkap 30 juz ( 114 Surat + teks & terjemahan (Arab/English/Indonesia))
Tafsir Quran Lengkap, Penunjuk waktu sholat, 21 bahasa terjemahan Al-Quran, Al-Qur’an Audio with Voice of Shaikh Sudaish (Imam Mecca).
Download Gratis Sekarang . Link Download http://www.ziddu.com/download/3082887/Al-QuranProVer.3.0.exe.html

Hidup ini tak semudah membalik telapak tangan namun juga tak sesulit….

lam kenal

Enak ya bisa dialog dengan suami, tapi kok ga dikasih jawaban cuman ketawa ajah, kasian… deh. Nah saya kasih komen sedikit yah, orang yang beriman ketika disebut NamaNya bergetarlah hatinya dan semakin banyak membaca ayat-ayatNya semakin bertambah imannya, kalo orang sdh bertambah imannya semakin cintalah kepadanya, dan semakin mengetahui hakekatNya, perbuatanNya, kebesaranNya dan segala keMahaanNya, maka semakin kecillah dirinya dihadapanNya. itu artinya telah terjadi penambahan keimanan pada diri mbak Anis. Tapi ingat loh kalo iman tidak dijaga dan dipelihara akan terjadi penurunan tingkat keimanan, maka Nabi mengajarkan do’a “ya muqollibal qulubi tsabbit qolbi ‘alad diinik”, artinya “wahai zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ini atas agamamu”.
terima kasih
salam untuk keluarga

Senanggggg sekali, saya melihat blog ini.
Meskipun kita berbeda agama, tetapi menurutku gagasan di blog ini merdeka. Pikirannya pun terbuka.
Ada tertulis begini mas, “siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan”.
Mohon mengkopi link mas “Islam Indie” di blog saya, ya.

Salam damai.

mengingatkan ku tuk balik lg ke Allah…

K’Anis boleh ikut nimbrung ya..sudah lama gak diskusi sama K’Anis….

Sepanjang perjalanan manusia berusaha mengenal hikmah yg terdalam semakin ia menemukan dahaga…semakin haus ia..semakin tidak berdaya…

Paling tidak kalau kita ikuti sejak zaman para filosof yunani (maupun masa sebelumnya) sampai diwahyukannya firman Allah lewat kitab suci yg disampaikan oleh para Rasul-rasulnyanya semua diliputi oleh kedahagaan akan hikmah dan kedekatan dgn ilahi….

Bentuk kedahagaan itu termaifestasi kedalam kegelisahan manusia..kegelisahan untuk semakin dekat denganNya sebagai langkah makin mendekat utk “bersimpuh” tanpa mampu menatap denganNya..bermain dan bersimpuh ditamanNya dengan ke-Maha Indahan….

Selain itu memang manusia di lengkapi dengan perasaan gelisah, hal ini diungkapkan Allah dlm Al Quran dimana manusia memang suka berkeluh-kesah…

Keberkeluh-kesahan ini sebagai unsur dari kegelisahan adalah juga menunjukkan bahwa kita hanyalah sejumput cahaya ilahi, dimana akan hilang bentuknya ketika bertemu dengan penciptanya cahaya,ilahi rabbi…

Para filosof,guru tao,sufi, dan lain-lain menggambarkan semakin kita akan mendekat kepadanya semakin kita tiada..tiada dalam pengertian hikmah maupun materi….

Selain itu kegelisahan adalah gerak kehidupan itu sendiri….disini kegelisahan menjadi bentuk kasih & sayang Allah kepada mahlukNya,manusia…

Bahkan kitapun bisa mengambil hikmah dari filosof atheis sekalipun seperti Nietzsche,menunjukkan bahwa bila kehidupan
manusia sudah “semakin wajar” maka hancurlah kehidupan itu..karena itu menurutnya, “kewajaran” harus diruntuhkan, dialektika maupun kegelisahan adalah daya dorong untuk mencapai puncak kemanusiaan itu sendiri….

Kisah Abu bakar Ash-shiddiq ketika ditanya “Bagaimana engkau mengenal Tuhan ?”, beliau menjawab “ketidakmampuan mengenalNya adalah pengenalan”…(jawaban ini terasa dalam kalau kita mau merenungkannya…)

Jadi menurut saya, kalau K’anis semakin mengerti semakin tidak berdaya maka ada 3 kemungkinan :

1) K’Anis sedang dalam tarbiyah Allah untuk masuk ke “jenjang” berikutnya,..bahwa ilmu dan kemantapan yg dikira dimiliki saat ini ternyata masih sejumput dihadapan ke-Maha-an Allah…untuk diminta olehNya lebih memperdalam hikmah dan ketiadaan dihadapanNya…lirihkanlah “Alhamdulillahi robbil alamin….”

2)K’Anis sedang gelisah karena saat mengumpulkan ilmu dan kemantapan di masa “dahulu” ditujukan untuk menjawab sesuatu “di depan”,…tanpa disadari K’Anis sudah “membuat model / membatasi sesuatu yang di depan itu”…tapi ternyata kehidupan tidak sebatas apa yang “dimodelkan itu”…maka ketika pada masanya, masa kini “bertemu dgn masa depan yg digambarkan dahulu itu” ternyata lebih besar dan luas sehingga ilmu dan kemantapan yg dibangun dari sejak dulu “terasa” tidak cukup…kegelisahan menjadi muaranya..

Bila ini yg terjadi , embib sarankan untuk me-reorientasi-kan ilmu
adalah untuk ilmu..ilmu untuk bertemu dengan ketiadaan…untuk pada akhirnya kita semakin dekat dan berjumpa denganNya…sebab bila kita orientasikan ilmu utk “hanya” menjawab sesuatu maka kita “tidak akan mencapainya”….dan kegelisahan yang muncul adalah kegelisahan frustasi…frustasi yang bisa mengiris semangat kita utk menuai ilmu…atau melencengkan jalan kita dari proses keilmuan itu sendiri…

3) K’Anis sedang gelisah karena semata-mata memang “unsur manusia kegelisahan” itu sedang muncul saja…dan ketika ini muncul sebaiknya kita bawa kegelisahan ini untuk berdialektika dan memacu roda kehidupan…positif hasilnya..maka menjadi terkait dgn no. 1….

Yang mana dari ke-3 itu yang sedang K’anis sesungguhnya alami, hanyalah Allah dan hati K’Anis yg bisa menjawabnya…bahkan bisa jadi dari 3 kemungkinan itu, tidak ada yang tepat sama sekali…

Wallahu’alam bi shawab…

Teriring salam utk K’Toto, K’Anis, dan keluarga

Wassalam
-embib-

salam.
pada hemat saya, tata jalan puisi ini bunyinya
natural dan bersahaja. namun tetap menusuk jiwa.
keep it up! : ) kerana saya suka membaca dan menghayati tulisan di sini.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: