tataplah aku dan kitapun tahu

Posted on Oktober 28, 2009. Filed under: islam indie |

2741003681_d1f073799a_tdicoba dalam cerita..

*
hari masih terlalu pagi, ketika duduklah seorang wanita di kursi taman kota. sendiri memandangi langit nan biru bersih. maka pria yang baru lewat di taman itu, meminta izin tuk ikut duduk beristirahat di kursi yang sama.
– boleh saya duduk di sini?
– silakan…
– mm.. kenalkan, nama saya Dunya
– saya Akhira
merekapun terdiam. sang wanita kembali memandangi langit. hp pria itupun berbunyi..
– ok.. ok.. nanti kita selesaikan semua di kantor. hubungi bagian marketing.. suruh ketemu saya jam sepuluh. jangan lupa bahan miting jam dua siang nanti.. ok. makasih.. selamat pagi..
pria itu menghela nafasnya..

– sedari tadi memandangi langit, ada apa di atas sana?
tanya pria itu pada wanita disampingnya sambil ikut memandang langit.
– saya mengagumi Tuhan…
– oh, bagus sekali… saya ga ngerti soal Tuhan. di dunia sudah banyak kerjaan.
– saya ga ngerti dunia. dunia penuh kerusakan.
– hehehe.. kerusakan? ya ada yang rusak, ada juga yang tidak..
– kadang meletihkan.
– berdoa pada Tuhan lebih meletihkan.. oops, maaf..
pria itu merasa geli.. tapi bertanya lagi,
– hidup di dunia, memang banyak yang harus dikerjakan toh?
– begitulah.. maka saya rindu taman yang tenang
– taman kota ini juga tenang, setidaknya di pagi kek gini
– di sana damai, orang tidak berebutan
– perebutan itu terjadi karena tidak ada pembagian yang baik
– di sanalah keadilan terasa ada
– nah, adil itu tidak berarti sama rata. maling kambing dan maling uang negara, itu sama-sama maling. tapi dari menyebutnya saja rasanya sudah beda. kam-bing.. u-ang ne-ga-ra.. berapa sih kambing? beda toh? maka perlakuan hukumnya juga seharusnya berbeda.
– di sana tidak ada kemunafikkan..
– hehehe, mm.. munafik itu mungkin dari kebiasaan menafikkan kenyataan.. menafik jadi munafik.
lagi-lagi pria itu merasa geli.

– di sana, tidak ada kebohongan
– aaah, bohong.. sama saja, orang bilang bohong seperti penyakit, masalah kebiasaan. jadi.. jangan dibiasakan.
– di sana, penuh kerukunan
– rukun tidaknya itu bisa di atur. mo berantem kadang juga bisa diatur kok.
– di sana, kehidupan baik, air mengalir tiada henti, makanan tersedia tiada yang lapar, semua yang sehat, semua yang bergizi mudah di dapatkan. kehidupan menemukan keserasiannya. kehidupan menemukan kebahagiaannya.
– mmm.. sama aja. segala di dunia ini bisa diatur. Air bersih dan minum, pengairan lahan pertanian, itu bisa diatur. rumah, jalanan, angkutan, semua bisa diatur. konsumsi pangan, bahan bakar, itu bisa di atur. semua-semua bisa diatur. tertib, serasi. ga ada yang ga bisa.. selama diatur dan mau diatur. bisa dan bisa deh…

wanita itu terdiam..
pria disampingnya, mencoba memandang ke arahnya.
– maaf.. Akhira. namanya Akhira kan? mm.. anda seperti pemimpi..
– begitu?
– hehehe, maka saya ga ngerti Tuhan. Tuhan cuma suka memberi mimpi
– dan tahukah pak Dunya, kenapa dunia penuh dengan kerusakan?
– hah??
– karena manusia tidak berani bermimpi..
– oh?? hahahahaha… hahahaha..
pria itu tertawa lepas, membahana..

– maaf.. saya geli sekali. tapi bukan mentertawakan anda.
– ga papa..
– mm.. Akhira, anda bekerja?
– saya bekerja yang mesti saya kerjakan saja
– anda begitu merdeka
– begitulah..
– ok, mmm… mau bekerja untuk saya?
maka wanita disampingnya menatap wajahnya. matanya bertanya..
– o.. tenang-tenang.. saya tidak akan memberi pekerjaan yang bukan kapasitas anda. hidup harus diatur toh? agar yang teratur itu nyata.
– …
– saya ingin anda bekerja pada saya, beri mimpi anda pada saya..

mata Akhira menatap Dunya masih penuh tanya..
– hehehe, tidak usah dijawab sekarang. tapi boleh saya minta nomor Akhira.. yang sekiranya bisa saya hubungi? dan tolong jangan bilang kalau saya harus menghubungi Akhira lewat Tuhan.. sekarang sudah ada hp. ok?

pagi itu lebih cerah karena ada mimpi untuk esok lagi..

**

maka mungkin benar, wanita disebut surganya dunia.
tentu, yang baik hati dan perangainya
dan mimpi, memberi laki-laki janji
menghapus letih dari rutinitas hari
untuk kebanggaan yang dibangun bersama
untuk Tuhan yang maha mengabulkan doa

membuat semua mimpi jadi nyata..

mungkin..

.

anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “tataplah aku dan kitapun tahu”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

wanita itu pemberi ketenangan, bagi pria..dan
semuanya. penghilang sedih di kala duka,
penyejuk di kala dahaga. semoga.

gileee…sepertinya berbakat bikin cerpen 🙂
Aku suka banget mbak pembelajaran hidup
model cerpen begini.

@mas Datyo : pengen bisa menulis mode fiksi2 gitu sih mas.. tapi gimana ya? mohon doa dong.. mkasih 🙂

Kenapa selalu menyebut “Tuhan” mbak, instead of “Allah”. Just wondering.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: