belimbing wuluh

Posted on Juni 7, 2010. Filed under: islam indie |

cerita, cuma cerita..

beberapa waktu lalu, saya pernah bermimpi diberi sebuah belimbing wuluh dengan potongan memanjang membelah keduanya.. agak bingung juga kok bisa-bisanya mimpi demikian.

sejauh saya bisa memaknai bebas mimpi-mimpi yang hanya bunga tidur itu, belimbing wuluh mengingatkan saya pada almarhumah ibu mertua saya. beliau adalah ibu yang paling resik, yang pernah saya kenal dalam hidup saya, bahkan saya banyak belajar bebersih dari beliau.

tepat di halaman belakang rumah ibu mertua di Bandung, ada pohon belimbing wuluh. ibu mertua dan adik ipar saya suka menggunakannya untuk membersihkan banyak hal, selain juga untuk sayur asem dan dibuat manisan. ambil contohnya untuk membersihkan bekas teh di cangkir. dengan menggosokkan belimbing wuluh yang dipotong, maka cairan dari dalam buah belimbing membawa pergi bekas coklat teh yang biasanya melekat dengan kuat di cangkir itu. membuat cangkir kembali bersih, mengkilap dan… keset.

set-keset-keset… lebih dari galian singset.. halaahh..🙂

tak cuma itu, kadang ibu mertua saya menggunakannya untuk membersihkan bercak kotor di baju dan terlebih untuk memberihkan kamar mandi!
kerak-kerak di keramik kamar mandi dan peralatan toilet. terasa lebih ringan dari cairan pembersih seperti Vixal atau Porstex karena tanpa efek samping, selain jika di kulit kita terdapat luka terbuka. kebiasaan ini sangat menular ke saya. saya jadi ikut suka membersihkan ini itu dengan belimbing wuluh. walau kalau memasak dengan belimbing wuluh atau membuat manisan belimbing wuluh, itu tetap keahlian ibu mertua dan tidak menurun ke saya. hehehe..

sampai-sampai, ketika saya sudah memiliki rumah sendiri di Bandung ketika itu, saya setiap minggu terbiasa mengambil persediaan belimbing wuluh ke rumah ibu mertua, tuk bersih-bersih aneka rupa di rumah saya sendiri. maklum halaman rumah rumah saya di Bandung dulu terlalu mungil untuk ditanami pohon belimbing itu.
menguntungkannya bebersih dengan belimbing wuluh itu adalah bahwa jari jemari kitapun turut bersih karenanya. padahal kan terkadang bebersih peralatan suka membuat tangan kita kotor karena proses pembersihannya. belimbing wuluh memberi manfaat ganda deh. ciee…

dan kalaupun saya lupa menyimpan persediaan belimbing wuluh di kulkas, atau karena stok membusuk, saya suka meminta belimbing wuluh ke tetangga saya di sana, tidak persis di satu jalan, beda satu blok. tetangga saya itu adalah pasangan suami istri pendeta dari yayasan Bala Keselamatan Bandung. saya memanggilnya opa dan oma.
beliau berdua suka menyapa selamat pagi pada saya dan keluarga jika kami bertemu ketika sama-sama jalan pagi di sekitar kompleks. tepat di halaman depan rumahnya, ada pohon belimbing wuluh. beliau mengizinkan saya mengambil sebanyak-banyaknya belimbing wuluh yg saya perlukan. hanya karena beliau berdua suka tidak ada di rumah tuk memberi pelayanan keluar kota, saya tidak enak untuk masuk begitu saja kehalaman rumahnya. tapi setiap ketemu, mereka selalu menawarkan diri jika saya membutuhkan belimbing wuluhnya.

sejak di Bogor ini, saya memang suka teringat belimbing wuluh. dan mimpi itu mengingatkan saya pada belimbing wuluh. sampai saya minta pada adik ipar saya bibit belimbing wuluh tuk ditanam di halaman rumah saya di Bogor ini. tapi sayang, kata adik ipar saya, pohon belimbing wuluh yang di rumah ibu, sudah jarang berbuah. saya sampai berniat akan mencari bibit pohon belimbing wuluh dan sudah minta pada suami tuk kapan-kapan mencarinya.

minggu pagi, saat saya sempat tuliskan cerita ini, pembantu saya sedang cuti sehari. kemarin dia menginap di tempat kakaknya bekerja. seperti biasa, jika saya turun tangan dengan pekerjaan di rumah, saya akan teringat belimbing wuluh. entah kenapa, ada saja yang jadi kelihatan kotornya dan ingin saya bersihkan. sampai si mbak pembantu yang dulu suka melarang saya turun tangan, karena saya bakal asyik bebenah dan lupa waktu. katanya, sudah deh bu, sama saya aja. ibu santai saja yaa. halahh… hehehe.

belimbing wuluh oh belimbing wuluh
kapan dong kau tumbuh di halaman rumahku?
rindu kasuat-kasuat deh dengan belimbing wuluh *_*

semoga Allah merahmati almarhumah ibu mertua saya yang telah memperkenalkan saya dengan belimbing wuluh. terangi kuburnya, hangati rasanya, dan bersihkan jiwa raganya. menjadi berkah pula untuk anak, menantu dan seluruh keturunannya. amin..

mengenang belimbing wuluh, mengenang tentang kebersihan..

inget belimbing, jadi inget tembang ini.. senandungkan yukk..
sambil menemani segala yang dikerjakan pagi ini..🙂

Lir ilir lir ilir
tandure wong sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh panganten anyar

Cah angon cah angon
penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna
kanggo mbasuh dodotira

Dodotira dodotira
kumintir bedah ing pinggir
Dondomana jrumatana
kanggo seba mengko sore

Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Sun suraka surak hiyo

anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “belimbing wuluh”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Baru tahu kalo blimbing wuluh bisa dibuat bersih bersih…

@mas Datyo : ayo cobain mas… buktikan..🙂

siapa yang mau belimbing wuluh, dirumah aku ada banyak neh…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: