Sistem

Posted on Juli 20, 2010. Filed under: islam indie |

cerita yaa..  sebagai cara untuk menyambung kembali kata di sini dan di hati semua..

selamat menikmati

dan semoga tetap menginspirasi

.


waktu itu saya geli sekali melihat ekspresi wajah suami saya ketika kita datang ke acara family gathering kantornya di Taman Impian Jaya Ancol. suami kaget melihat sampah yang banyak dan berserakan di area hiburan yang disewa EO dari pihak kantornya. hari itu kita memang memilih datang agak telat dan santai saja dari rumah. ketika sampai, acara hiburan dan pembagian door price dari kantor sudah hampir usai, para keluarga pekerja sudah diperbolehkan menikmati hiburan secara pribadi di taman hiburan itu. dan benar-benar menyisakan sampahnya yg luarbiasa di area tersebut.

suami saya agak ngomel, padahal dia tipe yang jarang komentar.
– kok ga kebawa kebiasaan menjaga kebersihan di kantor ya? kalau pihak keluarga tidak terbiasa, mbok yang karyawan kantor itu yang memberitahu. secara di kantorkan buang sampah pd tempatnya itu dibiasakan sekali.
keluh suami sambil mengambili sampah yang berserakan dan membuang ke tempat sampah yang disediakan.

lah, anak-anaknya protes melihatnya begitu karena sudah tak sabar ingin bermain di Dufan, pilihan dari acara family gathering saat itu. kata anak-anak, ngeles..
– papiii, kitakan diajarkan tuk tidak membuang sampah sembarangan. bukan untuk ngambilin sampah sembarangan…
halahh.. hehehe, sy geli dengarnya. lah, suami ngotot juga,
– ini masalah peduli.

suami saya kerja di pabrik milik Jepang. semua tentu paham bagaimana kebersihan sebuah pabrik tak cuma dibiasakan tapi diperlukan tuk kelancaran dan persyaratan produksi.
tapi siapa sangka ya kalau kebiasaan itu cuma berlaku di pabrik saja, tidak berbekas di luar pabrik.

budaya Indonesia?

tak sengaja, saya melihat ada anak yg pipis sembarangan di rumput dekat pintu masuk, yang bahkan dibantu oleh orangtuanya. saya diam saja deh. nanti acara gathering bisa menjelma jadi acara diskusi yang kurang kondusif nih. e, tiba-tiba anak saya yang besar bilang,
– kok bau pesing ya?
hehehehe. haduh, begini deh kalau ke tempat-tempat umum di Indonesia. kayak kita bukan Indonesia aja?

kemarin malam sambil menyampul buku sekolah anak-anak, saya nonton Discovery tentang kereta api di Cina. negeri naga itu memang sedang sangat menakjubkan. jadi kalau dalam sajiannya kali ini saya juga jadi takjub, tentu biasa. tapi sungguh, saya takjub pada hal kecil yang mereka biasakan di sana.

saya tertegun pada bagaimana sistem perkeretaapian dibenahi bukan hanya melulu menyoal teknologinya. tapi perubahan yang didasari pada prilaku semua pihak. sebagai pekerja kereta api juga sebagai pengguna kereta api.

terlihat dari bagaimana pekerja kereta api bangga dengan seragam sebagai korps dan cara pelayanan mereka. mereka tak sungkan untuk menutupkan pintu kamar penumpang di kereta api malam. melarang dengan sopan penumpang yang merokok di pintu dan sambungan gerbong demi keamanan. di setiap pintu gerbong, mereka menjaga dan mengecek nomor gerbong di tiket penumpang, jika salah ditunjukkan dimana gerbong yang tercantum pada tiket. setiap petugas bertanggungjawab pada pelayanan di dalam gerbongnya. lalu juga bagaimana mereka melayani pembelian tiket di atas kereta. mereka membawa mesin tiket seperti alat menggesek kartu kredit seandainya ada penumpang yang kehilangan tiket. suasana terlihat sangat profesional dan tetap edukatif. bahkan mereka mengajari pemakaian toilet di gerbong pada penumpang yang kebingungan. di muka stasiun, mereka menjaga juga menyapa seandainya ada penumpang yang kebingungan mencari loket atau mencari taxi tuk melanjutkan kembali perjalanannya.

katanya, prilaku berkereta api itu tergantung sistem yg diterapkan oleh perkeretaapiannya. bukan tergantung pada budaya penumpangnya.

mereka bertekad membuat prilaku yang baik dalam berkereta api. maka selain terus memperbaiki pelayanan dan teknologi kereta api, mereka juga merasa punya tugas sebagai guru untuk masyarakat di kereta. mereka membuka museum KA, yang secara berkala mengajak pengunjungnya mencoba berperan menjadi masinis. di sana diperlihatkan sekali bahwa tuk mengerem KA itu butuh jarak yang cukup jauh. maka prilaku keamanan di rel itu penting tuk keselamatan semua pihak. mereka berprinsip semakin banyak yang paham perkeretaapian, itu akan menjadi sosialisasi tersendiri di khalayak umum.

bahkan pada garis batas berdiri di tepi peron mereka menyediakan petugas yang menjaga agar penumpang tidak berdiri melebihi garis batas itu. mengingat bahaya yang mungkin ditimbulkan dari laju kereta di tepi peron.
waduh, garis batas di tepi peron itu membuat saya teringat ketika saya belajar naik KRL ekonomi Bogor Jakarta bersama teman saya. sepanjang peron banyak orang berdagang dan berdiri menunggu kereta. ketika saya berjalan ditepinya melewati banyak dagangan dan orang-orang, lalu tiba-tiba kereta datang. gustiii…, untung saya tidak terbawa atau tertarik oleh laju kereta. rasanya gamang sekali di tepi jalur kereta itu. kapok deh. itulah sekali-sekalinya saya belajar naik KRL kita dan saya belum mau mencobanya lagi.

maka betapa tertegunnya saya melihat acara tentang kereta di Cina itu. memang pendek-pendek hal yang dibicarakan tapi terlihat sekali mereka serius berubah dari hal-hal kecil. berubah dari hal-hal yang tidak terbentur biaya atau anggaran. berubah dari hal-hal yang bahkan sudah semestinya.

ajaib. katanya dalam beberapa tahun, prilaku tertib berkereta terbentuk dengan baik setelah dibimbing dan dipandu dengan apik. membuat saya teringat cerita teman saya yang melihat bagaimana TKI dimarah-marah petugas di bandara Soekarno Hatta. alih-alih dipandu malah dihina. sementara di Cina, mereka memilih mengajari dari selalu menghukum. padahal Cina terkenal sangat-sangat tegas pada tindak pelanggaran.

dan perubahan itu tidak sia-sia. perbaikan prilaku perkertaapian itu telah mampu mendongkrak 5x perekonomian Cina!
pelosok-pelosok jadi terjangkau, ekonomi di pelosok hidup. bahkan penduduk desanya belajar tertib, bersih dan kesopanan pertama kali di kereta sebelum mereka menginjakkan kakinya di kota. kereta telah menjadi duta dan jembatan kemajuan antara kota dan desa.

dengan keberhasilan mendongkrak perekonomian itu membuat Cina semangat membangun sistem, stasiun-stasiun juga teknologi kereta lebih maju, baru juga lebih banyak. lebih tepat waktu, lebih unggul. di kota mereka telah menggunakan layanan kereta cepat. merekapun bercita-cita tuk menjadi sistem perkeretaapian nomor 1 di dunia. dan sepertinya itu akan jadi nyata. karena saat ini Cina telah masuk 5 besar sistem perkeretapian terbaik di dunia.

huaaah, sudahlah. Cina memang layak bangga dan maju. wong usaha pemerintah mereka juga luarbiasa tuk mengejar banyak ketertinggalan setelah lama memilih politik tertutup. walau mereka juga bekerja keras tuk mengatasi dampak keterbukaan dan kemajuan saat ini.
tapi begitulah bernegara, dinamis dan berpandangan jauh ke depan.

bagaimana dengan kita?

masihkah kita mimpi akan perubahan-perubahan besar seperti padi varietas super, energi biru alternatif, ruang pemantau daerah yang canggih sampai negara bebas korupsi jika merubah prilaku saja kita tidak bisa?? belum lagi tuk perubahan-perubahan besar itu katanya butuh biaya besar dan kita lagi-lagi berhutang dan berhutang? atau masihkah kita mimpi sebuah sistem ideal bernama negara agama yang katanya dari Tuhan, padahal nabinya itu berkata Tuhan menyukai kebaikan yang kecil tapi terus berkelanjutan? katanya kebersihan sebagian dari iman padahal membuang sampah pada tempatnya saja kita sering tak mampu? apakah kita lebih mampu secara materi tuk mengejarTuhan ke tanah suci, membangun banyak rumah ibadah, bahkan mampu merusak tempat ibadah agama lain, tapi ternyata kita tak benar-benar mampu secara moral tuk membangun kebiasaan baik pada anak cucu kita?

saya berterimakasih kepada Taman Impian Jaya Ancol yang sudah menyediakan aneka tempat sampah dalam jarak yang sangat dekat, kurang lebih 5 meter. juga yang telah menyediakan banyak tenaga cleaning service, yang senantiasa tanggap melihat sampah dan segera menyapu lalu membuangnya ke tempat sampah. tapi tentu budaya bersih itu akan lebih indah jika didukung oleh kebiasaan hidup keseluruhan masyarakat Indonesia yang juga bersih.
maka kami, saya dan suami sambil berjalan santai menuju kendaraan di sore setelah selesai bermain sambil melakukan ‘sweeping’ memungguti sampah yang masih tercecer dan membuangnya ke tempat sampah. sesekali anak-anakmengikuti walau juga kadang keluar protesnya, karena sudah kecapaian dan ingin segera pulang.

sudah lama juga, saya dan suami enggan memperdebatkan Tuhan. kita hanya ingin bisa perlahan membuktikan diri sebagai makhluk berTuhan dari hal-hal kecil yang sering terlupakan. maka sore itu kita berjalan saling berangkulan, tidak untuk selalu dibilang bermesraan, itu semata karena kita sama-sama kecapaian menemani anak-anak bermain seharian. hehehe..

duh, Tuhan.. sering aku ingin bertemu denganMu
tapi sering juga kutahu mimpipun aku tak pernah mampu
karena hanya yang bersih yang boleh melangkah pasti menuju surgaMu
hanya pada kebersihan aku kembali dan boleh melihatMu
pada bersih lahirku
pada bersih batinku
pada bersih rasaku
pada bersih asaku
pada bersih sekitarku
pada bersih bangsaku
pada bersih negeriku
sungguh, tak salah jika di acara itu, seorang pakar pekeretapian Cina berkata ciri utama negara maju adalah bersih. maka ia memperlihatkan pentingnya kebersihan termasuk itu di lokomotif kereta. kebersihan lokomotif memperpanjang usia pengoperasian kereta.

akankah kebersihan juga memperpanjang usia bangsa dan negara kita? terhindar dari kepunahan sebagaimana sejarah mencatat umat-umat yang punah akibat angan-angan, prilaku & kebijakannya yang mungkin “kotor”? mari kita jawab bersama, selama kita merasa Indonesia..

.

anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: