Memilih dengan Hati

Posted on Juli 12, 2011. Filed under: islam indie |

 

 

Nyampe ga sih ke 2014? *oops*.  Simpan di sini yaa..

 

Lupakan pertanyaan itu, saya ingin tuliskan dampak dari pengalaman saya pertama memilih di Pemilu th 2009 kemarin. Setelah dari usia pilih, saya selalu golongan putih-putih melati.

Saya memilih oposisi di th 2009, sebagai panggilan nurani, karena nyaris tanpa alasan yang memadai selain intuisi. bahkan karena mimpi loh. mimpi yang membuat saya memilih. Dan sebagai pemula yang memilih, saya terdorong untuk memperhatikan apa yang saya pilih. Seperti tak lama sejak memilih, saya dikejutkan dengan melihat oposisi diberi tempat sebagai ketua majelis rakyat tertinggi. Entah apa nilai strategisnya? atau apa negosiasi dibaliknya? tetap kaget. Secara saya cuma awam, maka mungkin cuma Tuhan dan mereka-mereka yang bersangkutan yang paham.

 

Itu pelajaran pertama, bahwa pilihan kita itu tidak akan selalu seperti mau kita.

 

Sambil lalu, tentu sambil lalu, karena saya kan cuma pemilih di akar rumput. Tapi saya boleh berlega hati bahwa oposisi pilihan saya bertahan melawan kasus bank yang akan berdampak sistemik itu. Yang seperti pernah saya tulis di sini, bahwa otak dan rasa saya tetap tidak bisa membenarkan kasus tersebut walau teman-teman saya yang ahli, sudah berusaha menjelaskan sejelas-jelasnya. Bisa di cek di tulisan itu, saya mencium kejahatan perbankan di balik kasus tersebut.

 

Lalu tentu, yang selalu ditertawakan oleh banyak orang adalah sang ibu, yang namanya sama dengan nama belakang saya. Membuat saya seperti harus turut menanggung nama itu. Menurut banyak orang, beliau sudah saatnya mundur dan sebaiknya tidak mencari calon pengganti dari keluarganya. Sampai-sampai, ada teman yang mengejek bahwa partai itu seperti perusahaan keluarga dengan kursi di parlemen.

Halaah, susah banget memahaminya. Emang gimana dengan partai lainnya?

Dan saya memang harus berbesar hati bahwa tiba-tiba sang ibu membawa putranya, yang selama ini jarang dibicarakan. Kaget. Dan makin kaget karena diberitakan bahwa membawa sang putra itu mengindikasikan ada perpecahan antara kubu sang ibu dan kubu sang ayah. Tapi saya boleh senang, ketika sang ibu bertahan mengoposisi, melawan suami dan anaknya sendiri. Membuat saya merasa bangga harus bernama belakang yang sama.

 

Namun ah, ternyata hidup tak sesederhana seperti ketika saya memilih ya?

Yang sekedar ikuti kata hati?

 

Lah, belum lagi ada yang menghubung-hubungkannya dengan kelompok kiri. Dengan kasus pembubaran forum yang diadakan tokoh kelompok kiri dari partai itu, oleh sebuah kelompok agama.

Haduh, kiri kanan, atas bawah, saya tak pernah memikirkannya ketika memilih dulu.

Belum lagi, walau berinisiatif dengan pengakuan membuka kasus cek perjalanan, tapi tetap saja masuk penjara.

 

Duh, Tuhan, polosnya saya..

Tapi jadi bertanya pada diri sendiri nih. Saya ini memilih untuk apa dan siapa sih?

Kok saya tidak banyak mengerti apa yang saya pilih?

Judulnya, mendadak milih?

 

Dan jadi bertanya-tanya juga, apakah yang lain yang turut memilih, dalam apa saja pilihannya, juga merasa seperti saya ini ?bingung sendiri? atau mempertahankan pilihannya dengan semangat menghancurkan yang lain? atau sudah memilih dan sudah?

Lah, kok saya memilih dengan penuh introspeksi begini ya?

 

Ah Tuhan..

 

Tapi alhamdulillah, ada kejaiban, bahwa pilihan ini telah mempertemukan saya dengan mimpi-mimpi saya. Memenuhi suara nurani tanpa benar-benar mengerti kenapa. Di perjalanan panjang konsekuensi pilihan ini, itulah yang paling nyata saya dapati. Hati saya lega bahwa saya sudah memilih. Memilih mengikuti kata hati, sehingga menemui jawaban juga dengan hati. Penuh introspeksi, tetap mengkritisi dan bukan semangat menghancurkan.

 

Elegan bertahan, mawar merah menawan, meski seperti tertawan duri-duri keadaan.

 

anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: