Pahlawan Pilihan

Posted on Juli 12, 2011. Filed under: islam indie |

 

 

 

 Simpen di sini yaa..

 

Masih pagi ketika saya dikabari sosok yang mendapat gelar pahlawan kemanusiaan, berpulang ke rahmatullah oleh seorang teman jurnalis. Dia memberi kabar itu lengkap dengan tautan tentang tokoh yang dimaksud.

 

Ah, maaf teman, saya ini terlalu awam, tidak mengikuti jejak langkah sang pahlawan.

Lah, kenal dengan teman jurnalis itu saja, masih berbilang bulan.

Tapi sy sampaikan turut berduka yang mendalam. Sayang memang, tak sempat mengenal.

 

Orang kecil dan termarjinal butuh pahlawan. Lebih banyak sebagai bentuk kepedulian dari bentuk perlawanan itu sendiri. Setidaknya begitu, setuju?

 

Bukan mengulas tentang sang pahlawan kemanusiaan yang berpulang, ingatan saya melayang pada cerita-cerita tentang hidup yang tidak selalu hitam putih, yang pernah saya dibacakan.

 

Alkisah, sebuah tanah nan kaya raya yang terletak di sebuah persimpangan jalan. Menggoda semua orang yang melintas di dekatnya. Tak terkecuali, juga menggoda tetangga-tetangganya. Keluarga besar pemilik tanah itu, kerap dibuat bertengkar agar satu-satu dari keluarga besar itu bubar. Sang kakak terbesar, memilih memakai kekerasan untuk menenangkan suasana dan adik-adiknya, sambil memberi perlawanan kepada usaha adu domba dari tetangga-tetangga itu. Tapi memang wataknya agak kasar, tangan kekar kakak terbesar malah menghujam dan merajam sekeras perlawanan adik-adiknya yang sebenarnya juga tak kalah kasar.

 

Tak banyak yang tahu ada apa sebenarnya. Yang terjadi hanya pertengkaran demi pertengkaran. Kakak terbesarpun tak mungkin selalu menjelaskan duduk keadaan. Tetangga-tetangga itu menfitnah dan mengadu domba mereka. Dan sang kakak memang juga main mata, secara paling besar dan kaya, tak terbukti benar-benar membela tanah itu untuk adik-adiknya. Lebih sering tuk dirinya sendiri? Rumit.

 

Maka datanglah seorang sepupu mereka, masih saudara juga, tapi penuh rasa peduli. Memperhatikan adik-adik di tanah itu dan menyuarakan hasrat adik-adik itu. Kakakpun marah, berusaha mengingatkan sang sepupu. Jelas sia-sia. Malah jadi bertengkar dengan sang sepupu juga. Hingga akhirnya, adik-adik itupun benar-benar memilih bubar. Sang kakak kehilangan.

 

Seorang tetangga menyeringai diam-diam. Dia berhasil memisahkan adik-adik itu dari kakaknya yang kekar. Kini sang tetangga bisa mendekati adik-adik itu dengan leluasa, tak lagi dibayang-bayangi ketakutan akan kekuatan sang kakak. Lalu adik-adik itupun mengangkat sepupunya sebagai pahlawan. Kepedulian sang sepupu kepada mereka, di saat kakak terbesar berusaha menguasai keadaan, sangatlah layak dikenang dan dirayakan sebagai bagian dari kemenangan mereka. Tetangga itupun turut memberi tepuk tangan atas gelar kepahlawanan. Tanah kaya raya, sudah satu langkah dalam genggaman. Sang kakak menerima kekalahan dengan mata nanar.

 

Maka katanya, sering pahlawan dipilih, dari sudut sejarahnya sendiri-sendiri.

 

Untuk cerita tadi, siapa sebenarnya sang pahlawan?

Pada siapa sebenarnya kepedulian?

Yang pasti, ada yang kehilangan

Ada yang dimenangkan

Dan ada yang menyeringai diam-diam

Tergantung di sudut mana kita berdiri memandang

 

anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Pahlawan Pilihan”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: